Tahun1991 ide dan gagasan pendirian pondok mulai dicetuskan oleh Ayahanda H. Anta Masyhadi. Idenya jelas, clear dan definitif. "Saya ingin suatu saat nanti di Bandar ini bisa berdiri sebuah pondok modern seperti Gontor." Sejak 1991 hingga 2008 ide dan mimpi itu terus didengungkan. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantrenku ...Tempatku mendapatkan pelajaranDididik menjadi pribadi lebih baikTempat meresap ilmu agamaPesantrenku ...Tempat indah dan damaiMenghasilkan orang-orang cinta ilmuRuang sederhana namun kaya pengetahuanTak banyak ramai tapi lekat adabPesantrenku ...Memang beda dari sekolah lainnyaTapi ciri bedanya membanggakanDi sini kutemukan banyakDan di luar ada yang kurang Pesantrenku ...Belajar di sana membuat jiwa ini akrab dengan ilmuDidikan dan bimbingan tak pernah lepasTuk temukan jati diri sejati Pesantrenku ...Tiada seberharga dirimu dari seluruh tempat yang kutemuiMengenal guru-guru nan santunTiada keluh, tiada lelah mendidikAgar lebik baik dan mandiriPesantrenku ...Nurul Falah, cahaya kemenanganCahaya ilmu pengetahuanDari pelajaran dan pengajaranMenerapkan ajaran muliaDari tuntutan IslamIslam yang rahmatan lil'alaminBorongganjeng, 2 Februari 2019Dini AuliaSantriwati Kelas XI IPA MA PP. Nurul Falah Lihat Puisi Selengkapnya Puisi#2. "Selamat Ulang Tahun Abahku Tersayang". Tak terasa waktu terus berganti. Kiprahmu pun slalu dinanti. Asa juangmu tanpa henti. Membangun umat menjaga negeri. Selamat ulang tahun abahku tercinta. Semoga panjang umur berkah maslahat. Sehat manfaat membimbing umat. Ilustrasi Santri hidup menjadi seorang santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi saya yang pernah tinggal di Pondok Pesantren, pengalaman yang mungkin gak bisa dilupakan semasa hidup saya. Hiruk pikuk perjalanan menjadi seorang santri tentu memberikan warna yang berbeda, karena banyak sekali cerita yang ga bisa saya dapatkan ketika hidup di luar lulus dari Sekolah Dasar saya memang ingin sekali mondok biar pinter ilmu agama katanya hehe, walaupun banyak sebagian orang yang menganggap pondok itu seperti penjara yang mengekang kebebasan dan banyak sekali peraturannya. Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci hehehe..Alhamdulillah nya orang tua pun mengabulkan keinginan saya untuk mondok setelah lulus dari Sekolah Dasar. Akhirnya saya dan orang tua saya melakukan survei dari beberapa referensi Pondok Pesantren, mulai yang terdekat sampai yang jauh, dari mulai pondok salafy hingga survei ke beberapa tempat saya mendapatkan tempat Pondok Pesantren modern yang saya pikir sepertinya saya cocok di tempat ini dan saya akan nyaman berada di tempat ini, tempatnya tidak jauh dari rumah kok, jaraknya hanya berkisar 1 jam dari harinya tiba saya berangkat ke Pesantren diantar oleh keluarga besar. Hari pertama ke dua hingga bertahun-tahun hidup di pesantren, saya sangat merasa nyaman dan betah karena mondok adalah kemauan saya sendiri tapi sebenernya walaupun tekad saya untuk mondok sangat tinggi tetap saja ada sedikit hawa pengin pulang ke rumah berada di pesantren selama 6 tahun, mulai dari SMP hingga SMA. banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya dapat selama di pesantren, bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti. Hidup di pesantren mengajarkan saya bagaimana hidup mandiri, jauh dari orang tua, adik, saudara, bahkan kerabat yang selalu di pondok pesantren saya tidak merasakan kasih sayang secara langsung dari orang tua, namun istimewanya di pondok pesantren kita begitu merasakan kasih sayang dan kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga di pondok sangat padat, mulai dari jam 3 pagi bangun untuk salat malam, dilanjut ke masjid untuk salat berjemaah subuh, setalah itu bersiap-siap untuk ke sekolah, kebetulan pondok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern jadinya ada sekolahnya, sepulang sekolah saya rapi-rapi untuk persiapan mengaji sore. Ya sebenernya hidup di pondok itu enak, cuma belajar, sekolah, ngaji, makan, tidur hehe tapi banyak banget orang yang gak betah tinggal di pesantren termasuk saya yang punya tekad kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri sangat kuat. Saya ingat, jika waktu dijenguk tiba ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri tersebut membawakan nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan itulah kebersamaan santri sangat terlihat, sebelum makan kami menyatukan bungkusan nasi itu menjadi satu sehingga bisa makan sama-sama, sampai berebut karena saking ramainya, tapi itu sudah menjadi hal biasa sehingga menjadikan sebuah kebersamaan semakin terus berjalan hingga akhirnya saya lulus dari pondok pesantren. Suka dan duka, pahit manis sudah saya rasakan selama mondok 6 tahun. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya sedikit tahu ilmu agama. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya diajarkan untuk hidup bangga hidup di pesantren karena saya bisa merasakan nikmatnya kebersamaan yang tidak bisa saya dapatkan ketika hidup di luar. Saya bangga hidup di pesantren karena saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Dan saya bangga hidup di pesantren karena dari pesantren saya tahu bahwasanya ilmu dunia serta akhirat harus seimbang agar tak salah melangkah.
Puisialam tentang gunung,cinta,renungan dan keind. Puisi doa di bulan muharram denmas bagus Tembang
Home Humaniora Minggu, 11 Juni 2023 - 1245 WIBloading... Diskusi buku berjudul Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google 2023 karya Ahmad Gaus AF di Aula Pesantren Universal, Jumat 9 Juni 2023. Foto/Istimewa A A A BANDUNG - Lagu Ya Lal Wathon dan salawat bergema di Aula Pondok Pesantren Mahasiswa Universal, Bandung. Sebelumnya, para mahasantri sebutan untuk para mahasiswa/i yang mondok di pesantren tersebut dengan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Itu adalah rangkaian acara pembukaan untuk mengawali diskusi buku berjudul Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google 2023 karya Ahmad Gaus AF di Aula Pesantren Universal, Jumat 9 Juni 2023. Baca Juga Muhamad Maksugi dari UIN Bandung yang mendampimgi Ahmad Gaus sebagai pembicara malam itu mengatakan bahwa mahasiswa adalah harapan bagi tumbuhnya lapisan generasi masa depan yang akan membawa atmosfer baru dalam kehidupan beragama. Gagasan Denny JA dalam buku yang sedang didiskusikan ini dapat menjadi pegangan untuk membangun atmosfer tersebut. Sebab, ia menawarkan pandangan baru dalam melihat hubungan antaragama di Indonesia.“Pemikiran Denny JA bahwa agama-agama adalah warisan kultural milik bersama umat manusia, memberi tawaran baru tentang bagaimana kita memperlakukan agama-agama yang lain di luar agama kita sendiri,” ujar Maqsugi yang mengaku sering membaca karya-karya Denny JA dalam bentuk puisi dikutip Minggu 11/6/2003. Anggota Pembina Dewan Santri Universal yang juga pegiat sastra itu menjelaskan bahwa pandangan keagamaan Denny JA sejalan dengan misi Pesantren Universal yang menerapkan sistem pendidikan transformatif-emansipatoris berbasis empati, toleransi, semangat perubahan, dan pemberdayaan yang berorientasi mewujudkan kemashlahatan universal. Perspektif yang MencerahkanDalam pemaparan bukunya, Gaus mengatakan rumusan Denny JA bahwa agama-agama adalah warisan kultural milik bersama umat manusia, bukan sekadar retorika keagamaan melainkan sebuah pencerahan yang benar-benar dibutuhkan saat ini. “Rumusan itu sangat kuat. Rumusan itu mengubah perspektif tentang hubungan antaragama yang selama ini cenderung dilihat dalam bingkai teologi atau keimanan. Rumusan itu mampu menerobos tembok pembatas antaragama yang sudah terbangun berabad-abad,” tegas penulis yang juga peneliti dari CSRC UIN Jakarta tersebut. Sejarah agama, lanjutnya, didikte oleh teologi eksklusif yang menyingkirkan orang lain. Memandang yang lain sebagai musuh abadi yang harus dimusnahkan. Maka lahirlah teologi kebencian yang dipeluk bukan hanya oleh kaum ekstremis dan teroris melainkan juga oleh mereka yang mendukung dan mengamini secara diam-diam tindakan para teroris itu. denny ja agama hubungan antar agama Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 3 menit yang lalu 4 menit yang lalu 7 menit yang lalu 24 menit yang lalu 44 menit yang lalu 47 menit yang lalu

Puisiperpisahan pondok pesantren untuk kakak kelas April 23, 2017 Kakak-kakakku Semua berawal, dari sebuah pertemuan. yang kemudian menjadi sebuah tali persaudaraan. yang membuat kita semakin menyatu. Ilmu agama, ilmu dunia untuk bekal di akhirat dan masa depan kita raihlah mimpi, gapailah asa bersama almamater kita tercinta Nur El Falah

5 Puisi Ulang Tahun Pondok Pesantren Tak terasa Hampir seperempat lebih kau berkiprahUntuk kami, dan bangsa iniDua puluh sembilan tahun menjadi sejarahMengemban tugas juga amanahTak terasa,Begitu banyak sudah keringat yang engkau keluarkanPerjuanganmu mencetak generasi islamiPenuh rintangan dan duriWahai Fatchul UlumkuBangunan sederhana ini menjadi saksi bisuDalam kami mencatat ilmuLantunan ayat Al-Qur’an menggugah imanLantunan sholawat menggema setiap saatSelamat milad Fatchul UlumkuSemoga kiprahmu abadi selaluEngkau menjadi jembatan kamiUntuk meraih semua mimpi-mimpiTerimakasih Fatchul UlumkuAtas jasa dan juga ilmumuEngkau yang selalu mengajari kamiApa itu arti mandiriDarimu aku bisa mengenal huruf hijaiyyahNun mati bertemu ya’, idghom bighunnahNun mati bertemu lam, idghom bilaghunnahDan, nun mati bertemu ba’, itulah bacaan iqlabDibalik tembok itu Aku dikenalkan tauhid, shorof dan juga nahwuDidalam kamar ituAku dikenalkan dengan teman-temankuTepat dihari yang istimewa iniAku coretkan ungkapan hatiBetapa hidup ini menjadi berartiAtas bimbingan dan do’a kyaiDari santri untuk Negri Puisi 2"Selamat Ulang Tahun Abahku Tersayang"Tak terasa waktu terus bergantiKiprahmu pun slalu dinantiAsa juangmu tanpa hentiMembangun umat menjaga negeriSelamat ulang tahun abahku tercintaSemoga panjang umur berkah maslahatSehat manfaat membimbing umatRidlo Ilahi kan slalu mengirimuSelamat ulang tahun abahku tersayangKami selalu menyayangimuKami slalu bangga padamuNegeri inipun slalu mengagumimuAbahku tercintaKami selalu mendoakanmuKami slalu mendukungmuKami slalu iringi langkah perjuanganmuAbahku tersayangPerjuangan mu selalu berhargaBimbinganmu menjadi penataNasihatmu slalu membahanaKepemimpinanmu slalu di dambaSmoga Allah slalu menjagaMenjadikanmu hambaNya yg slalu dicintaMelimpahkan segala RahmatNyaUntuk Abahku KH. Ma'ruf Amin sang ulama yg slalu berjuang membimbing dan membangun umat, bangsa, dan 3dirgahayu sekolahkudirgahayu sekolahku.....terimakasih atas jasa jasamuyang telah membantu kumembantuku untuk menimba ilmudirgahayu sekolahkutaktersa waktu terus begantitakterasa dirimu telah tuaberiring jalannya waktu kau menuntunkudisinilah semua terjadiada keluh kesahtangis sesaldan riu ria. semua warga sekolahsekali lagi kuucapkanDIRGAHAYU SEKOLAHKUPuisi 4Cahaya ilmuBerbagai tunas bangsa kau cerdaskan Bermacam kebodohan pula kau hapuskanKau lah sumber cahaya ilmu abadiSampai kapanpu takkan pernah matiSekolahku kau kan ku rangkai dilubuk hatiMenhjaga nama baikmu adalah janji suciTerang cahayamu ku telusuri walau jalan berduriTetesan ilmumu membentuk kepribadian yang hakikiLentera hati mendo’akan pengapdianmuMenembuskan cakrawala kehidupan tanpa batasSemoga langkahmu semakin lebih baikSebuah ucapan ulang tahun ku persembahkan untuk sekolahkuPuisi 5Satu satu langkah tertitiBerjalan pada tapak tapak keikhlasanMunuju arah meghidupkan obor kecerdasanMeninggalkan gurat keikhlasan...Satu satu langkah tertitiSilih berganti,Pengabdi tiada usaiDidik tunas muda, tanamkan bekal kehidupan, Untuk rasanya kelak,Untuk asin, pahit, manis, asam nya rasa jadikan perlahan, tempah nafas perjuangan,Bentuk karakter hidup, untuk dapat titian titian baruBukan lah sedikit, juga tidaklah terlalu adanya,Diusia mudamu empat puluh delapan tahun,Gedung membisu,Guru bertauladanAnak beriak canda tawaSekuriti tegak berdiriOrang tua ikut berbisikSemua mengelora menjadi saksiSaksi buat lakumu telah para pengabdi, saksi tempat mencari,Saksi yang lama hilangkan abdi kata tuk berhentiBentuk diri menjadi bakti tidaklah cukup,Kata bukanlah nada,Lagu pun diam tersipu malu,Puisi bukankah syair,Tuk lukiskan betapa engkau telah menjamu menyiram,Hidupkan jamur jamur penghias tawa, tangis, tercampur torehkan diri hadikan haru...Satu satu langkah tertatih...Bisunya diri tuk menjerit ucap riang tak salam bahagia kami
Tetaplahberjuang! Tetaplah berkilau untuk dunia. Jangan pantang mundur. Lawan semua rintangan yang datang. Hanya karena perpisahan. Mungkin, jasadku tidak bisa slalu disampingmu. Namun, percayalah sobat! Semangatku dan jiwaku selalu ada disampingmu. hasil karya santri kelas 1 MTs, Ira Damayanti.
Puisi Santri sejati adalah cerita puisi tentang anak santri yang akan menutut ilmu agama di pondok pesantren dirangkai dengan berbagai kata-kata puisi perjuangan seorang santri dan kata kata untuk ibu yang cerita selengkpanya dalam bait puisi yang berjudul santri apak berkisah seperti puisi santri pendek atau puisi santri salafi selengkapnya disimak saja puisi berjudul santri sejati dibawa Santri Sejati Oleh Ukhty KarozuKukuatkan tekatKubersihkan niatAgar selamat dunia akhirat..Kubuka kitabkuKuayunkan penakuKudengarkan ustadku..Kulantunkan kalam ilahiKurenungi syarat dan artiKugenggam erat sepenuh hati..Ayah ibu.. Kuat kanlah diriRelakan perpisahan sementara iniDemi cita-cita sejati..Kelak Akan Aku buktikanKau Akan bangga memilikikuKarna telah mengirim jauh darimuUntuk menjadi ladang pahalamu..Ibty. 14/08/2020
sYML.
  • 37bpw2xkir.pages.dev/429
  • 37bpw2xkir.pages.dev/1
  • 37bpw2xkir.pages.dev/556
  • 37bpw2xkir.pages.dev/108
  • 37bpw2xkir.pages.dev/318
  • 37bpw2xkir.pages.dev/162
  • 37bpw2xkir.pages.dev/391
  • 37bpw2xkir.pages.dev/155
  • puisi kehidupan di pondok pesantren